{"id":1967,"date":"2024-08-12T11:40:25","date_gmt":"2024-08-12T11:40:25","guid":{"rendered":"http:\/\/panglima.minahasa.go.id\/?p=1967"},"modified":"2025-08-07T16:39:16","modified_gmt":"2025-08-07T16:39:16","slug":"visi-misi-tujuan-dan-sasaran-spbe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/?p=1967","title":{"rendered":"Rekomendasi 1: Penguatan Program Ketahanan Pangan Lokal"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Isu Strategis:<\/strong> Ketergantungan tinggi terhadap bahan pangan dari luar daerah<br><strong>Data Pendukung:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>65% kebutuhan beras Minahasa disuplai dari luar daerah<\/li>\n\n\n\n<li>Lahan pertanian produktif menurun 7% dalam 2 tahun terakhir<br><strong>Rekomendasi:<\/strong><br>Mengalokasikan anggaran tambahan untuk revitalisasi lahan pertanian desa melalui insentif kepada petani muda dan BUMDes pangan, serta mengembangkan klaster pertanian berbasis komoditas unggulan lokal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pemerintah Kabupaten Minahasa mendorong penguatan ketahanan pangan lokal sebagai respon terhadap tingginya ketergantungan bahan pangan dari luar daerah. Berdasarkan data terbaru, lebih dari 65% kebutuhan beras masyarakat Minahasa masih dipasok dari luar wilayah, sementara luas lahan pertanian produktif terus menurun.<br>Melalui analisis kebijakan berbasis data, Pemkab merekomendasikan alokasi anggaran tambahan untuk revitalisasi lahan pertanian desa, pemberdayaan petani muda, dan pengembangan klaster pangan lokal yang melibatkan BUMDes. Rencana ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi desa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isu Strategis: Ketergantungan tinggi terhadap bahan pangan dari luar daerahData Pendukung: Pemerintah Kabupaten Minahasa mendorong penguatan ketahanan pangan lokal sebagai respon terhadap tingginya ketergantungan bahan pangan dari luar daerah. Berdasarkan data terbaru, lebih dari 65% kebutuhan beras masyarakat Minahasa masih dipasok dari luar wilayah, sementara luas lahan pertanian produktif terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1967"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2147,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1967\/revisions\/2147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/panglima.minahasa.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}